GAGASANBERITA.COM — DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta resmi membentuk Forum Parlemen Nyawiji, wadah kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan kementerian, perguruan tinggi, dan elemen masyarakat untuk memperkuat perumusan kebijakan daerah berbasis kajian ilmiah. Forum ini dideklarasikan di Yogyakarta, Rabu, sebagai fondasi kerja sama jangka panjang antara legislatif dan dunia akademik.
Ketua DPRD DIY Nuryadi menyatakan forum ini dibentuk sebagai komitmen membangun kolaborasi nyata, bukan sekadar wacana. Menurut dia, sinergi berbagai pihak diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat dan didukung kajian yang matang.
"Forum ini menjadi wadah kolaborasi antara lembaga legislatif, kementerian, perguruan tinggi dan elemen masyarakat dalam memperkuat perumusan kebijakan daerah yang berbasis sains dan kajian ilmiah," kata Nuryadi di Yogyakarta, Rabu.
Kolaborasi Lintas Sektor yang Melibatkan Kampus dan Kementerian
Forum Parlemen Nyawiji mempertemukan DPRD DIY dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta, serta sejumlah mitra forum. Nuryadi menyebut keterlibatan dunia akademik sebagai fondasi kerja sama jangka panjang yang akan terus dikembangkan.
"Ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara DPRD dengan Kemendiktisaintek, perguruan tinggi dan seluruh mitra forum sebagai fondasi kerja sama jangka panjang yang akan terus kita kembangkan ke depan," ujarnya.
DPRD DIY menyatakan siap memfasilitasi keberlanjutan kerja forum. Tujuannya agar kolaborasi yang dibangun memberi manfaat nyata bagi tata kelola kebijakan publik di provinsi tersebut.
Mengapa Forum Ini Dipandang Strategis bagi Kebijakan Daerah
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Prof Setyabudi Indartono, menilai forum tersebut relevan dan strategis dalam merumuskan kebijakan daerah. Menurut dia, forum ini bisa menjadi ruang konkret untuk mempertemukan kebutuhan perumusan kebijakan dengan kepakaran ilmiah perguruan tinggi.
"Forum Parlemen Nyawiji kita harapkan bisa menjadi wadah yang konkret untuk mempertemukan kebutuhan perumusan kebijakan daerah dengan kepakaran ilmiah perguruan tinggi," kata Setyabudi.
Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar dengan puluhan perguruan tinggi dan ratusan ribu mahasiswa. Keberadaan kampus-kampus itu selama ini menjadi kekuatan riset, tetapi keterhubungannya dengan proses legislasi daerah belum terbangun sistematis. Forum ini mencoba menjembatani dua sisi tersebut.
Komitmen Mendengar dan Menyatukan Langkah
Nuryadi menegaskan pembentukan forum bukan sekadar seremoni peresmian. Ia menyebut ada komitmen untuk mendengar masukan dari berbagai pihak sebelum kebijakan daerah ditetapkan.
"Kita tidak sekadar meresmikan forum, kita meneguhkan komitmen untuk mendengar dan menegaskan. Mari berkolaborasi, bersinergi untuk menyatukan langkah, Nyawiji demi kejayaan DIY," katanya.
Nama "Nyawiji" diambil dari bahasa Jawa yang berarti bersatu atau menyatu. Pemilihan nama itu sejalan dengan pesan yang berulang disampaikan dalam forum: menyatukan langkah antara legislatif, eksekutif, akademisi, dan masyarakat.
Langkah Selanjutnya
DPRD DIY belum memerinci jadwal kerja dan program prioritas forum. Namun Nuryadi memastikan lembaganya akan memfasilitasi keberlanjutan kolaborasi agar tidak berhenti di tahap pembentukan.
Bagi publik Yogyakarta, keberhasilan forum ini akan terlihat dari apakah kebijakan daerah yang lahir kemudian benar-benar berbasis data dan kajian, atau hanya menambah daftar forum tanpa dampak konkret. DPRD dan LLDIKTI Wilayah V menyatakan komitmen untuk menjadikan forum sebagai ruang kerja, bukan sekadar wadah seremonial.