Taliban Tahan Backpacker India yang Solo ke Afghanistan

Taliban Tahan Backpacker India yang Solo ke Afghanistan

GAGASANBERITA.COM — Seorang content creator India dengan 1,2 juta pengikut Instagram ditahan Taliban saat bepergian sendirian ke Afghanistan. Insiden ini menyoroti risiko nyata perjalanan solo ke negara yang situasinya tidak kondusif.

Arunima IP memulai perjalanan solo ke Afghanistan sejak awal September. Perempuan asal India itu dikenal sebagai content creator dengan lebih dari 1,2 juta pengikut di Instagram dan 733 ribu subscriber di YouTube.

Di tengah perjalanannya, Arunima ditahan kelompok Taliban. Alasannya, Taliban tidak mengizinkan perempuan bepergian sendirian di Afghanistan.

Kronologi Penahanan di Pos Pemeriksaan

Dalam video yang diunggah ke kanal YouTube-nya, Arunima memperlihatkan momen saat dirinya dihentikan orang-orang bersenjata yang mengaku sebagai Taliban. Para pria itu meminta dokumen resmi miliknya di setiap pos pemeriksaan.

Menurut Arunima, kelompok yang mencegahnya tidak bisa membaca dokumen perjalanan. Mereka memintanya agar tidak jalan sendirian dan bersikeras ia harus mendapat izin khusus untuk melintasi berbagai provinsi.

"Saya menghabiskan beberapa jam dalam ketegangan hingga merasa bisa mati. Saya benar-benar ketakutan," ujarnya.

Setelah ditahan beberapa jam, Arunima berhasil keluar. Ia menumpang truk hingga tiba di Bamyan.

"Begitu saya turun dari kendaraan, orang-orang mulai menghampiri saya karena seorang wanita biasanya tidak akan sendirian di Afghanistan pada malam hari," katanya.

Aturan Taliban soal Perempuan dan Perjalanan

Dalam salah satu unggahan videonya, Arunima menyebut aturan berpakaian yang berlaku di Afghanistan. "Di Afghanistan, perempuan hanya diperbolehkan menunjukkan mata. Saya bisa menunjukkan wajah karena saya berasal dari negara lain," ujarnya.

Ia juga mempertanyakan mengapa Taliban memberinya visa meski tahu ia perempuan yang akan bepergian sendirian. Menurut Arunima, berdasarkan hukum Taliban, ia telah melanggar aturan dan diancam ditangkap.

"Di sini, setiap anggota Taliban seperti petugas polisi. Mereka bisa melakukan apa saja yang mereka mau. Saya meminta mereka untuk mendeportasi saya," ujarnya.

Pada Senin (14/9), Arunima mengirim pesan SOS berbunyi "Tolong bantu saya terhubung ke Kedutaan India". Sekitar 24 jam kemudian, Selasa (15/9) pagi, ia mengabarkan dirinya telah aman.

Taliban dan Kedutaan Besar India belum mengeluarkan komentar terkait kasus tersebut.

Peringatan Perjalanan ke Afghanistan

Sejumlah negara telah menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Afghanistan karena situasi dinilai tidak kondusif. Meski begitu, banyak content creator mengabaikan peringatan itu demi mendokumentasikan perjalanan ke salah satu tempat paling berbahaya di dunia.

Bagi siapa pun yang tetap berniat ke wilayah berisiko tinggi, pertimbangkan ulang tujuan dan pahami aturan lokal yang berlaku. Pastikan dokumen perjalanan lengkap, selalu laporkan keberadaan ke keluarga, dan simpan kontak kedutaan negara asal.

Perjalanan solo ke daerah konflik membawa risiko keselamatan yang sulit diprediksi. Berkonsultasi dengan pihak berwenang dan memantau perkembangan situasi keamanan sebelum berangkat adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index