GAGASANBERITA.COM — Warga di Thailand selatan kini menghirup udara berpolusi akibat kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Kualitas udara di Hat Yai dan Provinsi Songkhla masuk kategori tidak sehat, memaksa otoritas setempat mengeluarkan peringatan dini bagi penduduk di kawasan perbatasan.
Kualitas udara di Hat Yai, kota terbesar di selatan Thailand, tercatat mencapai 67,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) untuk partikel PM2,5 pada Rabu pukul 09.00 waktu setempat. Angka itu jauh di atas ambang batas aman yang ditetapkan pemerintah Thailand sebesar 37,5 µg/m³.
Pusat Penelitian Polusi Udara dan Dampak Kesehatan di Universitas Prince of Songkla melaporkan sejumlah daerah bahkan mencatat tingkat bahaya merah mencapai 88,2 µg/m³. Rata-rata harian polusi di wilayah tersebut berada di kisaran 59,9 µg/m³.
Songkhla dan Hat Yai Jadi Wilayah Paling Terdampak
Pada Selasa malam, kabut asap tebal dilaporkan kian menyelimuti sebagian Kota Hat Yai, terutama di sepanjang rute Khao Khi Hong dan area Taman Kota Hat Yai. Provinsi Songkhla menjadi wilayah pertama yang melaporkan dampak langsung dari kiriman asap lintas batas ini.
Hat Yai sendiri dihuni nyaris 800.000 jiwa dan menjadi destinasi populer bagi warga Malaysia. Posisinya yang dekat dengan perbatasan Malaysia membuat kota ini rentan terhadap dampak polusi lintas negara.
12.241 Titik Panas Terdeteksi di Indonesia
Data satelit dari Badan Pengembangan Teknologi Geoinformatika dan Antariksa (GISTDA) mencatat 12.241 titik panas di Indonesia pada 15 September 2026. Tidak ada titik panas yang terdeteksi di Thailand pada tanggal yang sama.
Angin membawa asap dari titik-titik panas tersebut ke arah utara menuju perbatasan selatan Thailand. Sejumlah wilayah di Indonesia memang terbakar sejak bulan lalu, dengan dampak asap yang turut menyelimuti Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Thailand Minta Warga Perbatasan Pantau Kualitas Udara
Departemen Pengendali Polusi Thailand (PCD) mewanti-wanti penduduk di wilayah perbatasan untuk memantau kabut lintas batas. Peringatan ini dikeluarkan menyusul tingkat polusi yang sudah berdampak pada kesehatan warga.
Level kualitas udara di Hat Yai pada Rabu pagi bahkan berwarna oranye, yang berarti udara sudah berdampak buruk bagi kesehatan. Warga diminta mengurangi aktivitas luar ruangan hingga kondisi membaik.
Indonesia Kerahkan Pemadam hingga Modifikasi Cuaca
Pihak berwenang Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi karhutla. Pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, militer, hingga polisi dikerahkan untuk saling bekerja sama memadamkan api dan titik api.
Indonesia juga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengkondisikan awan agar bisa menurunkan hujan. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemadaman api di sejumlah wilayah yang masih terbakar.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura untuk tidak menyalahkan dampak kebakaran hutan dan lahan ini di wilayah Indonesia. Permintaan itu disampaikan di tengah meningkatnya keluhan lintas batas dari negara-negara terdampak.