KEMENTRIAN ESDM

Kementrian ESDM Pastikan Stok LPG dan BBM Aman Jelang Ramadan Lebaran

Kementrian ESDM Pastikan Stok LPG dan BBM Aman Jelang Ramadan Lebaran
Kementrian ESDM Pastikan Stok LPG dan BBM Aman Jelang Ramadan Lebaran

JAKARTA - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri 2026, pemerintah menegaskan kesiapan pasokan energi nasional agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas mudik dengan tenang. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta liquefied petroleum gas (LPG) berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Pemerintah, bersama PT Pertamina (Persero) dan pemangku kepentingan terkait, telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan distribusi energi tetap lancar selama periode peningkatan konsumsi.

Kesiapan Energi Hadapi Lonjakan Kebutuhan

Bahlil menuturkan bahwa tren konsumsi BBM dan LPG biasanya mengalami kenaikan signifikan menjelang Ramadan dan Lebaran. Mobilitas masyarakat yang meningkat, baik untuk keperluan mudik maupun aktivitas ekonomi, menjadi faktor utama melonjaknya permintaan. Untuk itu, pemerintah telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait agar memperkuat rantai pasok, mulai dari terminal penyimpanan hingga distribusi ke tingkat agen dan pangkalan.

Menurut Bahlil, pasokan berbagai jenis BBM, mulai dari solar, gasoline RON 90, RON 92, hingga Pertamax Turbo, seluruhnya berada dalam kondisi aman. Stok LPG nasional juga tercatat berada di atas rata-rata normal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan selama periode Ramadan dan Lebaran. “Dengan kondisi stok tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG selama periode Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi pada “29 Desember 2025”.

Langkah Antisipasi Pemerintah dan Pertamina

Untuk memastikan distribusi tetap berjalan optimal, Kementerian ESDM bersama Pertamina telah menyiagakan infrastruktur energi di seluruh wilayah Indonesia. Terminal BBM, depot LPG, hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dipastikan beroperasi penuh dengan sistem pemantauan yang ketat. Pemerintah juga meningkatkan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah, guna mengantisipasi potensi hambatan distribusi.

Selain itu, langkah antisipatif dilakukan dengan penambahan pasokan di wilayah yang diprediksi mengalami lonjakan konsumsi paling tinggi. Jalur mudik utama, kawasan wisata, serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi menjadi prioritas utama. Dengan strategi ini, diharapkan tidak terjadi antrean panjang atau kekosongan pasokan di lapangan.

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan stok secara real time. Jika terjadi lonjakan permintaan di luar proyeksi, mekanisme penambahan pasokan akan segera dijalankan. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus melindungi masyarakat dari potensi kepanikan yang dapat memicu pembelian berlebihan.

Pengawasan Distribusi Hingga Daerah Terpencil

Salah satu tantangan terbesar dalam distribusi energi nasional adalah menjangkau wilayah terpencil dan daerah dengan akses terbatas. Untuk itu, Kementerian ESDM memastikan bahwa seluruh wilayah, termasuk kawasan terluar, tetap mendapatkan pasokan BBM dan LPG secara memadai. Distribusi menggunakan berbagai moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara, disiapkan untuk mengatasi kendala geografis.

Dalam beberapa kesempatan, Bahlil menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengawal kelancaran distribusi di wilayah masing-masing. Koordinasi yang intens antara pusat dan daerah menjadi kunci agar pasokan energi benar-benar merata. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan, sehingga tidak menimbulkan penumpukan permintaan yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan.

Peran Strategis Energi dalam Stabilitas Nasional

Ketersediaan energi yang terjaga selama Ramadan dan Lebaran tidak hanya berdampak pada kelancaran aktivitas ibadah dan mudik, tetapi juga berpengaruh besar terhadap stabilitas ekonomi nasional. Sektor transportasi, industri, hingga usaha mikro dan kecil sangat bergantung pada kelancaran pasokan BBM dan LPG. Dengan pasokan yang aman, roda perekonomian diharapkan tetap berputar secara optimal.

Bahlil menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan harga yang terjangkau. Kebijakan energi nasional diarahkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses energi yang adil, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor energi dalam jangka panjang.

Imbauan kepada Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurutnya, kepanikan hanya akan menciptakan gangguan distribusi yang sebenarnya tidak perlu. Pemerintah menjamin bahwa stok BBM dan LPG tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran.

Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan jika menemukan kendala distribusi atau praktik penimbunan di lapangan. Pemerintah telah menyiapkan jalur pengaduan guna memastikan setiap masalah dapat segera ditindaklanjuti. Dengan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan kelancaran pasokan energi dapat terjaga secara berkelanjutan.

Optimisme Menyambut Ramadan dan Lebaran

Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan, pemerintah optimistis kebutuhan energi nasional dapat terpenuhi dengan baik. Kesiapan ini menjadi bagian dari komitmen negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada momentum penting seperti Ramadan dan Idul Fitri.

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian kebijakan sesuai dengan dinamika di lapangan. Fokus utama tetap pada kelancaran distribusi, stabilitas pasokan, dan kenyamanan masyarakat. Dengan demikian, umat Muslim di seluruh Indonesia dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Lebaran dengan aman, nyaman, dan penuh ketenangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index