Mitsubishi

Mitsubishi Indonesia Rayakan 55 Tahun, Xpander Jadi Andalan Penjualan

Mitsubishi Indonesia Rayakan 55 Tahun, Xpander Jadi Andalan Penjualan
Mitsubishi Indonesia Rayakan 55 Tahun, Xpander Jadi Andalan Penjualan

JAKARTA - Selama lebih dari setengah abad, Mitsubishi Motors telah menjadi bagian dari dinamika industri otomotif nasional. 

Tahun 2025 menjadi momentum istimewa karena pabrikan asal Jepang tersebut genap berusia 55 tahun berkiprah di Indonesia. Dalam rentang waktu yang panjang itu, kontribusinya terhadap pasar otomotif nasional tidak bisa dipandang sebelah mata.

Alih-alih sekadar angka usia, 55 tahun mencerminkan fase perjalanan yang sarat transformasi. Dari era kendaraan niaga sederhana hingga kendaraan keluarga modern berteknologi tinggi, Mitsubishi beradaptasi mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat. 

Jutaan unit kendaraan dengan logo tiga berlian kini tersebar di berbagai penjuru Tanah Air, mendukung aktivitas keluarga, bisnis, hingga kebutuhan mobilitas harian.

Executive Vice President PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Masaaki Fujiwara, menegaskan kuatnya posisi merek ini di Indonesia.

“Selama lebih dari 5 dekade, sekitar 2,4 juta kendaraan Mitsubishi Motors beroperasi di jalanan Indonesia telah dipercaya untuk mendukung mobilitas keluarga, dunia usaha, dan petualangan sehari-hari,” ujar Fujiwara.

Angka 2,4 juta unit tersebut menjadi bukti nyata penerimaan pasar terhadap produk Mitsubishi, khususnya di segmen kendaraan penumpang.

Tantangan Menentukan Model Terlaris Sepanjang Masa

Meski total penjualan telah mencapai jutaan unit, menentukan satu model sebagai yang paling laris sepanjang sejarah ternyata bukan perkara mudah. Hal ini diakui langsung oleh manajemen MMKSI ketika ditanya mengenai model dengan kontribusi terbesar selama 55 tahun perjalanan.

Direktur Divisi Penjualan dan Pemasaran PT MMKSI, Irwan Kuncoro, menjelaskan bahwa data lintas generasi dan perubahan struktur bisnis membuat perhitungan menjadi kompleks. Mitsubishi sendiri dahulu menggabungkan lini kendaraan niaga dan penumpang dalam satu payung distribusi.

“Karena (sudah) 55 tahun agak susah, cuma yang sekarang saja sih Xpander. Susah saya angkanya. Karena ya memang kalau dibilang, kan MMKSI sebetulnya belum terlalu lama, dulunya kan gabung antara commercial dan passenger car,” ujar Irwan.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa perjalanan panjang Mitsubishi melibatkan berbagai fase bisnis yang tidak sepenuhnya terdokumentasi dalam format yang seragam seperti saat ini.

Xpander, Tulang Punggung Era Modern

Jika menilik periode terkini, satu nama yang sulit dipisahkan dari Mitsubishi adalah Xpander. Model Low MPV ini menjadi tulang punggung utama penjualan passenger car Mitsubishi dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak pertama kali diluncurkan, Xpander konsisten mencatatkan volume penjualan tinggi. Mobil ini berhasil menempatkan diri sebagai salah satu pemain dominan di segmen Small MPV, segmen yang secara historis memang menjadi tulang punggung pasar otomotif Indonesia.

Desain modern, fitur kompetitif, serta citra merek yang kuat membuat Xpander menjadi pilihan banyak keluarga Indonesia. Tak heran jika saat ini, ketika berbicara soal model terlaris Mitsubishi, nama Xpander menjadi rujukan paling relevan dalam konteks era modern.

Irwan pun secara lugas menyebut bahwa untuk kondisi sekarang, Xpander adalah yang paling menonjol. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan bahwa model-model terdahulu juga memiliki kontribusi signifikan pada zamannya.

Kuda dan L300, Jejak Kuat di Masa Lalu

Sebelum era Xpander, Mitsubishi telah lebih dulu dikenal lewat model-model ikonik. Salah satunya adalah Mitsubishi Kuda. Di masanya, Kuda menjadi salah satu MPV yang cukup populer dan berkontribusi besar terhadap penjualan Mitsubishi di Indonesia.

“Tapi yang 2,4 juta unit tadi, memang passenger-nya sih. Kuda di zaman dulu juga (terlaris), karena dulu ada di segmen Small MPV juga. Kan Small MPV juga segmen terbesar, kemungkinan Kuda juga dulu menyumbang cukup banyak,” kata Irwan.

Selain Kuda, nama Colt L300 juga tidak bisa dilepaskan dari identitas Mitsubishi di Indonesia. Kendaraan niaga ringan ini telah lama menjadi andalan pelaku usaha dan hingga kini masih dipasarkan. 

L300 menjadi simbol ketangguhan dan daya tahan, memperkuat citra Mitsubishi sebagai produsen kendaraan yang bisa diandalkan untuk kebutuhan komersial.

Kehadiran model-model tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi Mitsubishi tidak hanya bertumpu pada satu generasi produk, melainkan hasil akumulasi berbagai model yang sukses di eranya masing-masing.

MPV, Fondasi Kuat Kesuksesan Mitsubishi

Jika ditarik benang merah dari perjalanan panjang ini, satu segmen yang konsisten menopang Mitsubishi adalah MPV. Dari Kuda di masa lalu hingga Xpander di era modern, segmen Small MPV terbukti menjadi fondasi kuat kesuksesan merek tiga berlian tersebut di Indonesia.

Pasar Indonesia memang dikenal memiliki preferensi tinggi terhadap kendaraan keluarga berkapasitas tujuh penumpang. Mitsubishi mampu membaca kebutuhan tersebut dan menghadirkan produk yang sesuai dengan karakter konsumen domestik.

Dengan capaian sekitar 2,4 juta unit kendaraan yang telah mengaspal selama 55 tahun, Mitsubishi menunjukkan bahwa keberhasilan bukanlah hasil instan. Ia dibangun dari kombinasi konsistensi produk, adaptasi terhadap pasar, serta kekuatan merek yang terus dijaga.

Kini, memasuki usia ke-55 tahun di Indonesia, Mitsubishi tidak hanya merayakan angka, tetapi juga perjalanan panjang yang diwarnai berbagai model legendaris. 

Soal siapa yang paling laris sepanjang masa mungkin sulit dipastikan secara absolut. Namun satu hal jelas: MPV menjadi fondasi utama, dengan Xpander sebagai ikon era kini dan Kuda sebagai legenda masa lalu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index