JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni tengah berada dalam fase penting peremajaan armadanya dengan rencana pengadaan tiga kapal baru yang pembiayaannya berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 4 triliun. Rencana itu diharapkan dapat mempercepat pembaruan armada dan mendukung konektivitas antarpulau di tanah air.
Latar Belakang Kebutuhan Pengadaan Kapal Baru
Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, menyatakan bahwa pengadaan tiga kapal baru merupakan langkah strategis untuk mengganti unit kapal lama yang sudah mencapai usia teknis tinggi. Menurutnya, armada lama yang sebagian besar sudah ‘menua’ perlu diganti agar operasional kapal tetap aman, efisien, dan andal di jalur pelayaran domestik.
Tri juga menegaskan bahwa pemerintah memberikan dukungan melalui alokasi PMN untuk mempercepat proses pengadaan tersebut. “Penyertaan modal negara ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya meningkatkan kemampuan Pelni dalam menghadirkan layanan transportasi laut yang aman dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar dia dalam keterangannya.
Rincian Alokasi dan Target Penyelesaian
PMN sebesar Rp 4 triliun yang telah direncanakan untuk tahun ini diarahkan khusus untuk mengamankan pembangunan tiga unit kapal penumpang baru. Saat ini, prosesnya masih dalam tahap finalisasi sebelum dimulai produksi secara komersial di galangan kapal dalam maupun luar negeri.
Meski demikian, target penyelesaian pembangunan kapal baru ditetapkan untuk beberapa tahun mendatang. Rencana awal menyebutkan bahwa ketiga kapal ini diharapkan selesai dan siap beroperasi pada 2026, dengan kemungkinan penyesuaian jadwal sesuai dinamika teknis pembangunan.
Tujuan Strategis Pembaruan Armada
Pembaruan armada ini bukan sekadar memperbarui unit kapal, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dan Pelni meningkatkan konektivitas nasional. Kapal-kapal baru itu diproyeksikan akan memperkuat pelayaran antarpulau, terutama di rute-rute perintis yang menghubungkan wilayah timur dan barat Indonesia.
Tri menyatakan bahwa salah satu motivasi utama adalah memperbaiki layanan kepada masyarakat, terutama kalangan pelajar, pekerja, dan pelancong yang sangat bergantung pada layanan laut untuk mobilitas mereka. Dengan kapal baru, diharapkan tarif dan kualitas layanan dapat lebih baik sehingga mendongkrak jumlah penumpang.
Respons DPR dan Rencana Lanjutan
Rencana PMN Rp 4 triliun ini sebelumnya telah mendapat restu dari DPR RI dalam proses pembahasan anggaran. Persetujuan tersebut dianggap sebagai pengakuan atas pentingnya revitalisasi armada Pelni di tengah kebutuhan transportasi laut yang terus meningkat.
Selain itu, DPR juga mencatat bahwa pengadaan kapal baru ini sejalan dengan upaya memperkuat peran Pelni dalam menyediakan layanan logistik serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah terpencil melalui peran angkutan laut.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski mendapat dukungan, sejumlah pihak mengingatkan bahwa pengerjaan kapal baru harus memperhatikan aspek teknis, kesiapan galangan kapal, serta pembiayaan tambahan jika diperlukan di masa mendatang. Perubahan harga bahan baku, teknologi kapal modern, dan fluktuasi ekonomi global bisa mempengaruhi biaya akhir pembangunan.
Namun Pelni optimistis bahwa dengan dukungan PMN dan koordinasi lintas kementerian serta lembaga terkait, proses pengadaan dan operasional kapal baru akan berjalan sesuai target. Tri berharap kapal baru tersebut akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat layanan transportasi laut nasional.
Dampak terhadap Pelayanan Publik Laut
Pembaruan armada diharapkan mampu menjawab sejumlah tantangan yang selama ini dihadapi Pelni, seperti keterbatasan kapasitas kapal, usia teknis yang tinggi, dan kebutuhan layanan angkutan yang meningkat selama musim puncak perjalanan. Dengan kapal baru, Pelni juga optimistis dapat memberikan layanan yang lebih efisien, aman, dan nyaman bagi penumpang serta pengiriman logistik.
Secara keseluruhan, langkah strategis ini mencerminkan komitmen pemerintah dan Pelni dalam mendukung pembangunan infrastruktur transportasi laut yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.