Strategi PTPP di Era Danantara: Dari Proposal Dukungan Hingga Pemulihan Bisnis Inti

Rabu, 04 Februari 2026 | 09:20:18 WIB

JAKARTA - PT PP Tbk (PTPP), salah satu emiten BUMN Karya yang selama ini dikenal sebagai pelaksana proyek konstruksi besar di Indonesia, kini mengambil langkah strategis baru di tengah upaya pemulihan dan restrukturisasi BUMN Karya secara keseluruhan. Manajemen perusahaan menyatakan bahwa PTPP sedang menyiapkan proposal formal yang akan diajukan kepada Danantara Indonesia untuk meminta dukungan, baik berupa modal kerja maupun suntikan modal yang lebih besar guna memperkuat performa perusahaan.

Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad, menjelaskan bahwa proposal tersebut disusun secara komprehensif sesuai dengan arahan Danantara. Ini adalah wujud langkah kolaboratif antara perusahaan dengan badan pengelola investasi negara tersebut yang tengah fokus mendorong pemulihan perusahaan-perusahaan BUMN Karya yang menghadapi tekanan keuangan. Proposal ini tidak hanya akan diajukan oleh PTPP, tetapi juga oleh emiten BUMN Karya lainnya, sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan.

Novel menekankan bahwa dukungan dari Danantara harus melalui evaluasi menyeluruh agar dana yang dikucurkan dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan hasil nyata bagi perusahaan. “Proposal itu sudah disiapkan juga. Akhir Februari ini sudah klir,” ujar Novel dalam salah satu kesempatan media.

Memahami Posisi PTPP dalam Skema Pemulihan BUMN Karya

Langkah PTPP mengajukan proposal dukungan modal kepada Danantara bukanlah upaya tunggal, melainkan bagian dari agenda besar pemerintah dalam mengembalikan kinerja perusahaan-perusahaan konstruksi pelat merah. Danantara Indonesia, yang dikenal sebagai sovereign wealth fund dan super holding BUMN, memiliki mandat untuk mengkonsolidasikan dan menata ulang struktur beberapa BUMN strategis, termasuk BUMN Karya.

Dalam konteks ini, PTPP melihat kebutuhan untuk merapikan posisi keuangan telah menjadi urgensi setelah menyelesaikan proses impairment utang sepanjang 2025. Restrukturisasi utang tersebut menjadi salah satu dasar kuat bagi perusahaan untuk mendapatkan dukungan tambahan dari Danantara. Dengan dukungan ini, PTPP berharap dapat kembali fokus pada bisnis inti dan proyek strategis yang menopang pertumbuhan jangka panjang.

Langkah serupa juga terjadi di beberapa BUMN lain, di mana Danantara telah memfasilitasi berbagai bentuk dukungan modal, baik berupa suntikan modal langsung maupun pinjaman pemegang saham (shareholder loan/SHL) guna menstabilkan posisi keuangan perusahaan.

Kontrak Baru Sebagai Tanda Kepercayaan Pasar

Di tengah persiapan proposal kepada Danantara, PTPP juga menunjukkan bahwa perusahaan tetap aktif mengejar proyek-proyek baru yang strategis. Salah satunya adalah kontrak untuk Rancang Bangun Pembangunan Gedung Kantor JAMPIDUM, JAMDATUN, JAMWAS, dan BPA Tahun Anggaran 2026 yang ditandatangani pada akhir Januari lalu. Nilai kontrak tersebut mencapai Rp934,36 miliar dengan masa pelaksanaan 360 hari kalender, menegaskan posisi PTPP dalam segmen pembangunan gedung institusional.

Sekretaris Perusahaan PTPP, Joko Raharjo, menyatakan bahwa proyek ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi juga bagian dari komitmen perusahaan dalam mengeksekusi proyek dengan kualitas tinggi serta mendukung kebutuhan operasional lembaga pemerintah. “Kami berkomitmen menjaga ketepatan waktu, kualitas, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pekerjaan,” ujar Joko.

Prestasi seperti ini memberi sinyal kepada pemegang saham dan pelaku pasar bahwa meski tengah berada dalam proses restrukturisasi, PTPP tetap memiliki kapabilitas dalam memperoleh kontrak besar dan menjalankan proyek sesuai target.

Danantara dan Konsolidasi BUMN: Wawasan Lebih Luas

Keputusan PTPP untuk menyusun dan mengajukan proposal kepada Danantara merupakan bagian dari gambaran yang lebih besar mengenai peran Danantara dalam ekosistem BUMN Indonesia. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara ini dibentuk sebagai super holding dengan tujuan memperkuat struktur keuangan, mendorong transformasi, dan meraih efisiensi di berbagai sektor BUMN strategis.

Salah satu fokus utama Danantara adalah mengakselerasi proses pemulihan setelah pandemi global dan siklus tantangan keuangan BUMN. Program ini mencakup pengelolaan modal, merger dan konsolidasi BUMN Karya, hingga evaluasi menyeluruh atas posisi keuangan masing-masing perusahaan. Hal ini juga memicu strategi yang lebih holistik bagi BUMN yang bergerak dalam infrastruktur, energi, maupun sektor lain yang mendukung pembangunan nasional.

Harapan dan Tantangan ke Depan untuk PTPP

Penyusunan proposal dukungan modal kepada Danantara adalah langkah penting dalam perjalanan PTPP untuk menyehatkan kembali struktur bisnisnya dan memperkuat posisi di pasar konstruksi nasional. Keberhasilan proposal ini akan menjadi indikator penting tentang bagaimana PTPP dan BUMN Karya lainnya dapat menavigasi fase transformasi besar yang diprogram oleh Danantara.

Di satu sisi, PTPP memiliki landasan kuat berupa portofolio proyek yang kredibel dan kepercayaan pasar yang tinggi. Di sisi lain, tantangan restrukturisasi, penataan utang, serta kebutuhan modal tambahan menjadi faktor penentu kecepatan dan kualitas pemulihan perusahaan. Dengan pendekatan yang matang dan dukungan yang tepat dari Danantara, optimisme terhadap masa depan PTPP tetap terbuka.
Upaya PTPP dalam menyusun proposal untuk Danantara Indonesia mencerminkan dinamika besar dalam arah konsolidasi dan transformasi BUMN Karya. Di tengah tantangan struktural, langkah strategis ini sekaligus memperlihatkan bahwa kolaborasi antara perusahaan dengan super holding adalah kunci untuk menciptakan stabilitas dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dengan memperkuat modal kerja, menstabilkan finansial, dan menangkap kontrak strategis baru, PTPP berupaya untuk kembali menjadi motor utama pembangunan infrastruktur nasional.

Terkini