ITTF

Naufal Bidik Naik Peringkat ITTF Demi Lolos Kualifikasi Ajang Besar

Naufal Bidik Naik Peringkat ITTF Demi Lolos Kualifikasi Ajang Besar
Naufal Bidik Naik Peringkat ITTF Demi Lolos Kualifikasi Ajang Besar

JAKARTA - Perjalanan menuju panggung olahraga dunia tidak pernah mudah bagi seorang atlet muda. 

Selain membutuhkan latihan yang konsisten, atlet juga harus mampu menunjukkan performa stabil di berbagai turnamen internasional agar bisa mendapatkan peringkat yang lebih baik.

Atlet tenis meja Indonesia Muhammad Naufal Junindra Irawan menargetkan peningkatan peringkat dunia Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF), guna membuka peluang tampil di berbagai multievent bergengsi seperti Youth Olympic Games 2026 dan Asian Games 2026.

Dia mengungkapkan, peningkatan peringkat menjadi hal penting agar dapat mengikuti kualifikasi di kedua ajang tersebut.

"Saya ke depannya berusaha untuk menaikkan lagi peringkat di ITTF," kata dia dalam kegiatan bertema Sinergi Ekosistem Tenis Meja Untuk Prestasi Internasional, yang diselenggarakan oleh Indonesia Pingpong League (IPL), di Jakarta.

Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan atlet muda ini untuk terus berkembang dan memperbaiki posisinya di peringkat dunia tenis meja.

Syarat Peringkat untuk Mengikuti Kualifikasi

Dalam kompetisi tingkat dunia, peringkat atlet menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan peluang mengikuti berbagai turnamen besar. Tanpa posisi peringkat yang cukup tinggi, kesempatan untuk mengikuti kualifikasi juga menjadi lebih terbatas.

Atlet berumur 18 tahun itu menjelaskan, agar bisa tampil di Kualifikasi Youth Olympic Games 2026, dia harus mampu menembus minimal peringkat ke-64 dunia untuk kategori Youth (U-19). Sementara saat ini, dia masih tercatat berada di ranking ke-86.

Selain itu, hal serupa juga diperlukan untuk membuka peluang mengikuti kualifikasi Asian Games 2026.

Menurut dia, kedua ajang tersebut mengharuskan atlet melewati proses kualifikasi yang ketat, sehingga konsistensi dalam meningkatkan performa dan peringkat menjadi kunci utama.

Hal tersebut membuat setiap pertandingan yang diikuti menjadi sangat penting karena hasilnya dapat memengaruhi posisi dalam peringkat dunia.

Bagi seorang atlet muda seperti Naufal, proses meningkatkan peringkat dunia bukan hanya soal kemenangan dalam satu turnamen, tetapi juga konsistensi dalam berbagai kompetisi internasional.

Ambisi Menembus 20 Besar Dunia

Selain menargetkan tampil dalam Asian Games dan Olimpiade Remaja, pelajar kelas XII SMA itu juga bertekad bisa menembus setidaknya 20 besar dunia dalam beberapa tahun ke depan.

"Saya tidak puas hanya menempati peringkat ke-86 dunia ITTF, jadi target saya minimal bisa menembus 20 besar," ujar dia.

Target tersebut menunjukkan ambisi besar Naufal untuk terus berkembang di dunia tenis meja internasional.

Menembus 20 besar dunia bukanlah hal yang mudah karena persaingan di level internasional sangat ketat. Banyak atlet dari berbagai negara yang memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi di berbagai turnamen besar.

Namun bagi Naufal, target tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas permainan serta mental bertanding.

Untuk mencapai target tersebut, siswa SMA Ragunan Jakarta itu mengaku tengah terus menjalani program latihan secara intens, serta mengikuti arahan pelatih dalam setiap tahap persiapan.

Latihan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada teknik bermain, tetapi juga aspek fisik, strategi permainan, serta mental dalam menghadapi pertandingan.

Persiapan dan Pengalaman Turnamen Internasional

Selain latihan rutin, dia juga memanfaatkan berbagai rekaman pertandingan atlet tenis meja dunia sebagai bahan pembelajaran, guna meningkatkan kualitas permainan, serta memahami strategi lawan di level internasional.

Metode belajar melalui analisis pertandingan ini menjadi salah satu cara yang sering digunakan oleh atlet profesional untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Muhammad Naufal Junindra Irawan yang kini berumur 18 tahun, merupakan juara World Table Tennis (WTT) Youth Contender Dubai pada Oktober 2025.

Selain itu, Naufal juga berhasil meraih medali perunggu di SEA Games 2025 Thailand, di Bangkok pada Desember.

Prestasi terakhirnya yakni menembus 16 besar WTT Youth Smash Singapore 2026, pada Februari, sehingga mengantarkannya menempati peringkat ke-86 dunia untuk kategori Youth (U-19).

Serangkaian prestasi tersebut menunjukkan bahwa Naufal telah memiliki pengalaman bertanding di level internasional meskipun usianya masih tergolong muda.

Pengalaman tersebut juga menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai turnamen berikutnya yang memiliki tingkat persaingan lebih tinggi.

Sementara itu, Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang, diselenggarakan pada 19 September - 4 Oktober.

Sedangkan Youth Olympic Games (Olimpiade Remaja) 2026, digelar di Dakar, Senegal, pada 31 Oktober - 13 November.

Kedua ajang tersebut menjadi target penting bagi banyak atlet muda di dunia, termasuk Naufal, karena merupakan panggung besar untuk menunjukkan kemampuan di tingkat internasional.

Dengan kerja keras, latihan yang konsisten, serta pengalaman bertanding yang terus bertambah, peluang untuk meningkatkan peringkat dunia tetap terbuka bagi atlet tenis meja muda Indonesia tersebut. 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index