Menko Pangan

Swasembada Protein Jadi Fokus Menko Pangan Dukung Program Gizi 2026

Swasembada Protein Jadi Fokus Menko Pangan Dukung Program Gizi 2026
Swasembada Protein Jadi Fokus Menko Pangan Dukung Program Gizi 2026

JAKARTA - Upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional memasuki babak baru pada 2026 dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. 

Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan bergizi, pemerintah menargetkan swasembada produk protein sebagai langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan program makan bergizi gratis yang menjangkau puluhan juta penerima manfaat.

Target tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam sejumlah agenda kerja, termasuk saat berdialog langsung dengan pengemudi ojek online di Makassar. 

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa ketersediaan protein nasional menjadi fondasi penting bagi keberhasilan program prioritas pemerintah di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.

Program makan bergizi gratis diproyeksikan akan melayani lebih dari 90 juta penerima manfaat. Oleh karena itu, pemerintah menilai bahwa kemandirian produksi protein baik hewani maupun nabati menjadi keharusan agar program tersebut berjalan berkelanjutan tanpa bergantung pada impor.

Swasembada Protein Jadi Prioritas Pangan Nasional

Indonesia menargetkan swasembada protein pada tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan sistem pangan nasional. 

Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa target ini bukan sekadar ambisi jangka pendek, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan kecukupan gizi masyarakat secara merata.

Peningkatan konsumsi protein dinilai krusial untuk mendukung kualitas sumber daya manusia, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Dengan program makan bergizi gratis yang terus diperluas, kebutuhan protein nasional dipastikan meningkat signifikan.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada produksi beras dan karbohidrat, tetapi juga menaruh perhatian besar pada protein seperti ikan, daging, telur, dan produk perikanan lainnya. Upaya ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi nasional.

Peran Program Makan Bergizi Gratis

Program makan bergizi gratis menjadi salah satu pendorong utama percepatan swasembada protein. Dengan jumlah penerima manfaat yang diprediksi melampaui 90 juta orang, kebutuhan bahan pangan bergizi, khususnya protein, meningkat tajam dalam waktu relatif singkat.

Menko Pangan menilai bahwa tanpa kesiapan produksi dalam negeri, program tersebut berisiko menimbulkan tekanan terhadap pasokan dan harga pangan. Oleh sebab itu, strategi swasembada protein disiapkan secara paralel agar program gizi nasional tidak bergantung pada pasokan impor.

Program makan bergizi gratis juga diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Permintaan yang stabil dari program ini membuka peluang pasar yang besar bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan lokal di berbagai daerah.

Safari Daerah untuk Pastikan Kesiapan Lapangan

Presiden Prabowo Subianto menugaskan Zulkifli Hasan untuk secara rutin melakukan safari ke kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Penugasan ini bertujuan memastikan bahwa sektor pertanian dan pangan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam setiap kunjungan, Menko Pangan memantau langsung kondisi pertanian, kesiapan produksi protein, serta ketersediaan stok pangan nasional, termasuk cadangan yang dikelola Perum Bulog. Pemantauan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kekurangan pasokan sekaligus menjaga stabilitas harga.

Selain memastikan kesiapan produksi, safari daerah juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi pelaku usaha pangan di tingkat akar rumput. Pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan swasembada protein benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan mampu diterapkan secara efektif di berbagai wilayah.

Dorong Kampung Nelayan dan Budidaya Ikan Intensif

Salah satu strategi utama yang didorong pemerintah dalam mencapai swasembada protein adalah pengembangan sektor perikanan. Zulkifli Hasan mendorong penguatan kampung nelayan sebagai pusat produksi protein berbasis laut yang berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan bioflok, yaitu metode budidaya ikan intensif berbasis manipulasi mikroorganisme. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas ikan secara signifikan dengan penggunaan lahan dan air yang lebih efisien.

Bioflok dianggap cocok diterapkan di berbagai daerah, termasuk wilayah perkotaan dan pinggiran kota, karena dapat dilakukan dalam skala kecil hingga menengah. Dengan produktivitas yang tinggi, metode ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian swasembada protein, khususnya dari sektor perikanan air tawar.

Swasembada Protein dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Target swasembada protein pada 2026 menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. Pemerintah menilai bahwa kemandirian pangan tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga keterjangkauan dan kualitas gizi.

Dengan memperkuat produksi protein dalam negeri, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan. Program ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru di sektor pangan dan perikanan.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keberhasilan swasembada protein membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha dan masyarakat. 

Dengan dukungan semua pihak, target swasembada protein diharapkan dapat tercapai tepat waktu dan menjadi fondasi kuat bagi program makan bergizi gratis serta ketahanan pangan nasional ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index