PLN Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik Lewat Jaringan 5.000 SPKLU

Jumat, 06 Februari 2026 | 10:30:04 WIB

Komitmen Besar PLN di IIMS 2026

PLN hadir secara aktif di ajang IIMS 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dari 5 hingga 15 Februari 2026. Keikutsertaan itu bukan sekadar partisipasi pameran otomotif biasa, tetapi bagian dari strategi nasional memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menekankan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia menciptakan kebutuhan mendesak terhadap kesiapan infrastruktur yang matang. Menurut paparan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, jumlah kendaraan listrik di Indonesia kini mencapai sekitar 103 ribu unit, tumbuh 150 persen dibandingkan sebelumnya.

“Perkembangan ini menuntut kesiapan infrastruktur yang matang. PLN mengambil peran penting untuk memastikan ekosistem kendaraan listrik tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Adi Priyanto.

Ekspansi SPKLU di Seluruh Indonesia

Salah satu fokus utama PLN adalah pengembangan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Hingga awal 2026, PLN telah berhasil mengoperasikan lebih dari 5.000 unit SPKLU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia — terutama di jalur padat dan strategis yang sering dilalui masyarakat. Penyebaran infrastruktur ini dirancang tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk mendukung mobilitas masyarakat terutama saat musim mudik dan libur panjang.

Ekspansi ini memperkuat jaringan pengisian kendaraan listrik yang menjadi fondasi penting agar pengguna EV merasa lebih mudah saat melakukan perjalanan jarak jauh maupun pendek. Infrastruktur SPKLU yang tersebar luas ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung IIMS 2026 yang ingin memahami lebih dalam soal layanan dan kesiapan teknologi pendukung kendaraan listrik.

PLN Mobile: Kemudahan Layanan Digital EV

Menyadari bahwa infrastruktur fisik saja belum cukup, PLN juga mengembangkan layanan digital lewat aplikasi PLN Mobile, yang kini membawa slogan baru “PLN Mobile, Your EV Partner.” Aplikasi ini menjadi pusat kendali bagi pengguna kendaraan listrik: mulai dari melihat lokasi SPKLU, memantau ketersediaan daya, hingga melakukan transaksi pengisian secara real time.

Salah satu pengunjung IIMS, Octavianus, mengungkapkan pengalamannya menggunakan layanan tersebut. Ia datang untuk mencari tahu soal pemasangan home charging, fasilitas pengisian di rumah yang ditawarkan PLN. “Buat saya sudah cukup jelas, tinggal pasangnya lewat PLN Mobile,” ujarnya. Octavianus juga menyampaikan bahwa aplikasi ini memudahkan kebutuhan pengguna EV, baik dalam pengisian daya maupun layanan pengaduan, karena responsnya cepat dan antarmuka user-friendly.

Kemudahan proses digital ini menjadi salah satu komponen penting dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik, menunjukkan bahwa jalur transportasi bersih tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pengalaman pengguna yang terintegrasi dan praktis.

Layanan Darurat dan Solusi Mobile Charging

Selain SPKLU tetap, PLN menghadirkan layanan inovatif bernama SPKLU Mobile atau PLN EV Charger Mobile — sebuah solusi pengisian darurat yang bisa diakses langsung lewat aplikasi PLN Mobile. Layanan ini sangat berguna bagi pengguna yang mengalami kehabisan daya di tengah perjalanan, sehingga mendapatkan bantuan pengisian baterai secara cepat dan praktis.

Solusi ini menjadi tambahan penting dalam sistem jaringan pengisian, di mana fleksibilitas dan kenyamanan bagi pengguna menjadi prioritas. Dengan keberadaan layanan mobile charging, PLN mengantisipasi kebutuhan pengguna EV di luar jaringan SPKLU tetap, mendorong rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi kendaraan listrik.

Kolaborasi yang Menjadi Kunci Keberhasilan

Dalam pidatonya di IIMS 2026, Adi Priyanto menegaskan bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik bukan tanggung jawab PLN saja. Keberhasilan transisi energi nasional membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, industri otomotif, dan penyedia infrastruktur energi. Sinergi ini dinilai sebagai kunci untuk mewujudkan transportasi ramah lingkungan dan ekonomi rendah karbon yang menjadi target nasional.

“PLN siap menjadi mitra utama dalam perjalanan Indonesia menuju transportasi ramah lingkungan dan ekonomi rendah karbon,” ujar Adi.

Pengunjung IIMS 2026 tidak hanya menikmati pameran kendaraan listrik, tetapi juga mendapat gambaran lengkap mengenai ekosistem listrik yang mendukung kendaraan tersebut — dari infrastruktur pengisian sampai layanan digital yang memudahkan pengguna.

Partisipasi PLN di IIMS 2026 mencerminkan strategi yang terintegrasi untuk menguatkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dengan ribuan SPKLU tersebar di seluruh penjuru negeri, layanan digital terpadu, serta inovasi seperti SPKLU Mobile, PLN menunjukkan bahwa Indonesia semakin serius dalam mendukung mobilitas bersih yang berorientasi masa depan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan percepatan transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission yang menjadi ambisi nasional.

Halaman :

Terkini